Tuesday, April 17, 2018

5 Jenis Ikan Lele yang Bisa di Budidayakan di Indonesia

Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki "kumis" yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. 

budaya ikan lele

5 jenis ikan lele yang populer dibudidayakan oleh peternak lele :

1. Lele Dumbo

Lele dumbo diperkenalkan di Indonesia dari Taiwan pada tahun 1985. Pertumbuhan ikan lele ini lebih cepat daripada ikan lele lokal dan efisiensi untuk pakan juga lebih tinggi serta dapat dipijah sepanjang tahun. Nah buat para penikmat dan pecinta lele, rasa daging lele dumbo teksturnya lembek dianggap masih kalah dengan lele lokal.

2. Lele Sangkuriang

merupakan hasil perbaikan genetik lele dumbo yang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Kelebihan dari lele sangkuriang adalah jumlah telur yang lebih banyak. 
Lele sangkuriang jika dibandingkan dengan lele dumbo memiliki masa pertumbuhan yang cepat lele dengan panjang 2-3 cm membutuhkan waktu sekitar dua puluh harian untuk mencapai panjang 5-6 cm.
Sementara itu, lele dumbo membutuhkan waktu sekitar  tiga puluh hingga empat puluh harian.

3. Lele Phyton

Ikan Lele Phyton memiliki kepala mirip kepala phyton, sungut dan ukuran tubuh lebih panjang, dan ekornya lebih bulat. Kelebihan dari ikan lele ini adalah tahan cuaca dingin, sehingga survival rate mencapai 90%.

4. Lele Mutiara

Pertumbuhan lebih tinggi 10-40% dari benih lele lain dan toleransi lingkungan tinggi (suhu 15-35oC, pH 5-10) Benih ikan lele Mutiara mencapai ukuran 6 - 10 ekor/kg dan dapat dipanen dalam jangka waktu 2 - 3 bulan. Lalu sintasan lebih tinggi. Benih ikan lele Mutiara tidak mengalami kematian benih pada tahap awal pemeliharaan, dan sampai akhir pemeliharaan dihasilkan sintasan sekitar 60 – 80 %.

5. Lele Lokal

Lele spesies Clarias batrachus ini adalah lele asli perairan Indonesia. Dagingnya gurih tidak banyak lemak namun kelemahannya adalah pada pertumbuhannya yang relatif lambat dari jenis lele yang lain. Kelemahannya, pertumbuhannya lambat sehingga FCR-nya pun tinggi. Untuk mencapai 500 gram, lele lokal butuh waktu hingga 1 tahun.

No comments:

Post a Comment