Saturday, January 28, 2017

MakananIkan Lele Yang Paling Bagus Untuk Mempercepat Pertumbuhan

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan tawar yang gemar makan dan makan, ikan lele ini aktif saat matahari terbenam untuk beraktifitas, mulai mencari makan dan berkembang biak. Ikan lele juga salah satu ikan tawar yang mudah untuk mengalami proses pertumbuhan, tentunya juga diimbangi dengan makanan yang baik pula. Dengan ini saya akan membrikan ulasan tentang MakananIkan Lele Yang Bagus Untuk Mempercepat Pertumbuhan, memang pertumbuhan adalah aspek penting untuk mencapai hasil panen yang diinginkan, semakin cepat ikan lele tumbuh besar maka semakin kecil pula biaya pengeluaran untuk perawatan baik pembelian makanan maupun pengendalian penyakit dan hama.

MakananIkan Lele Yang Paling Bagus Untuk Mempercepat Pertumbuhan

Tidak terlalu sulit memang dalam urusan pakan ikan lele, karena ikan ini menyukai makanan apa saja yang ada disekelilingnya. Ikan lele juga menyukai tempat-tempat kotor seperti limbah yang mempunyai banyak makanan. Tak jarang para peternak ikan lele membidudayakannya disaluran pembuangan limbah rumah tangga yang kaya akan makanan sisa dan sampah organik dapur. Selain itu pada saluran pembuangan rumah tangga ini agar mendapatkan asupan makanan alami seperti jentik nyamuk dan beberapa larva yang tumbuh dikolam tersebut.

Memang ikan lele ini menyukai tempat seperti limbah yang banyak akan makanan, namun jangan demikain 100% menaruh ikan lele didalam kolam hasil pembuangan limbah rumah tangga. Jika kita sedang membudidayaknnya harus memikirkan pertumbuhan supaya ikan lele cepat untuk memasuki panen. Untuk itu diperlukan pakan untuk menyeimbangkan gizi dan kebutuhan nutrisi pada ikan lele, dengan memberikan jenis pakan diantaranya pakan alami, pakan tambahan, dan pakan buatan. Dan dibawah ini akan saya jelaskan dengan rinci tentang Makanan Ikan Lele Yang Bagus Untuk Mempercepat Pertumbuhan, karena hal ini sangat penting untuk mempengaruhi percepatan panen dan hasil yang baik.


Pakan Alami

Pakan alami yang dapat dikonsumsik ikan lele adalah binatang kecil dan larva seperti plankton dan mikroorganisme positif lainnya, untuk mendapatkan plankton dan mikroorganisme positif harus dilakukan dengan pemupukan pada kolam. Teknik untuk memupuk kolam dengan fermentasi limbah/kotoran ternak seperti kotoran sapi sudah saya jelaskan dipertemuan sebelumnya, bisa anda pelajari pada Cara Sukses Ternak Lele Organik Untuk Bisnis Perikanan.

Pakan alami kaya akan nutrisi yang dibtuhkan oleh ikan lele, karena mengandung protein yang sangat tinggi yang dibutuhkan olahe ikan lele. Jika kolam sudah disini dengan dengan pupuk dan campuran bahan lainnya, biarkan kolam selama 3 minggu untuk menunggu berhasilnya proses pemupukan. Tanda berhasil tidaknya pemupukan pada kolam ikan lele adalah dengan perubahan warna air yang menjadi kehijauan, hal ini berarti mikroorganisme sudah mulai tumbuh berkembang didalam kolam. Selanjutnya dilakukan penyesuaian secara bertahap dengan menambah volume air sebelum benih ditebarkan.

Untuk mempercepat pertumbuhan pada ikan lele, bisa dibuatkan kolam rotifer (cacing bersel tunggal) dengan luas kolam sekitar 10x10 meter. Caranya dengan meletakkan kolam rotifer berada diatas bagian kolam ikan lele. Dengan cara ini kebutuhan pakan alami pada lele akan mudah dipenuhi, dan dengan saluran yang menghubungkan kolam rotifer ke kolam ikan lele tentunya memudahkan pemberian pakan alami.

Pakan Tambanhan

Makanan tambahan juga sangat termasuk kategori Makanan Ikan Lele Yang Bagus Untuk Mempercepat Pertumbuhan, dengan semikian perlu diberikan makanan tambahan untuk lele yang sedang dibudidayakan dikolam pembesaran. Makanan tambahan sangat mudah  didapatkan dan tidak perlu dengan membelinya, makanan tambahan ini bisa berupa sisa-sisa makanan keluarga yang tidak habis, daun kubis busuk, tulang ikan yang lunak, tulang ayam yang dihancurkan, usus ayam, serta bangkai binatang apa aja yang bisa anda dapatkan disekitar lingkungan Anda.

Makanan tambahan ini sangat bagus jika diberikan campuran dedak dengan ikan rucah yang sudah ciaduk dengan air dengan perbandingan 9 : 1, dan bisa juga menggunakan jagung giling, dengan bekicot 2 : 1, karena kedua bahan ini memiliki protein yang tinggi.

Jika Anda dekat dengan lokasi pelelangan ikan maka akan sangat bagus bila Anda membeli ikan rucah (ikan kecil) yang tidak layak dikonsumsi menjadi santapan tambahan untuk ikan lele Anda maka ikan lele akan cepat besar.

Pakan Buatan

Pakan buatan selama ini menjadi makanan poko ikan lele yang dibudidayakan, dan pakan buatan bisa didapatkan dengan mudah mulai dari toko-toko peternakan dan pertanian. Memang untuk pakan yang satu ini memerlukan pengeluaran uang setiap pembeliannya, maka dari itu untuk mendapatkan harga yang lebih rendah seharusnya Anda membelinya langsung dalam jumlah yang banyak. Dengan pembelian yang banyak bisa didapatkan dengan harga grosir, tentunya lumayan untuk mengurangi biaya pengeluaran pembelian pakan.

Pakan buatan/pelet sangat bagus untuk menjaga kelangsungan hidup ikan lele karena kandungan gizi didalamnya sudah ditujukan untuk memenuhi nutrisi ikan lele yang dibutuhkannya, tentunya jika nutrisi terpenuhi makan pertumbuhan pembesaran akan lebih cepat. Jika ingin menghemat pengeluaran untuk pembelian pakan/pelet pabrikan, Anda dapat membuat pakan buatan dengan resep sebagi brikut.

Pelet/pakan buatan ini memeliki bahan pokok diantaranya sebagi berikut :


style="margin-bottom: 0.0001pt;"> Tepung Terigu
20,5
Bungkil Kacang Tanah
19
Kacang Hijau
9
Tepung Darah
5
Dedak
9
Vitamin
1
Mineral
0,5

Cara Membuatan Pelet Ikan Sendiri :

Haluskan semua bahan diatas, campur dan aduk hingga merata dan halus seperti halnya pasta, kemudian dicetak agar lebih mudah untuk pemberian pakan nantinya. Keringkan dipanas matahari sehingga kadar air berkurang dari 10%
Setelah kering, berikan minyak (lumuri) pada pelet agar pelet mempunyai kandungan lemak yang nantinya diperlukan untuk penggemukan ikan lele, pemberian minyak ini juga bertujuan untuk memperlambat tenggelamnya pelet agar semua ikan lele kebagian.

Cara Pemberian Pakan

Untuk cara ini perlu diperhatikan karena ikan lele boleh diberikan makan berupa pelet saat sudah memasuki umut 6 mingguan. Pemberian pelet bisa dilakukan 3-4 kali dalam sehari, dan tergantung kebutuhan makan ikan lele, jika lele sudah menandakan kenyang maka berbentilah menebar pelet karena pelet yang tersisa kan menimbulkan tercemarnya air kolam dan mengundang berbagai penyakit.

Pemberian dilakukan sebaiknya tidak saat turun hujan, karena saat  hujan turun nafsu makan lele akan berkurang bahkan hilang. Jika terik matahari sangat panas, ikan lele biasanya juga kehilangan nafsu makan. Peternak yang baik tentunya memahami binatang peliharaanya!!

Diatas merupakan beberapa Makanan Ikan Lele Yang Bagus Untuk Mempercepat Pertumbuhan, dan dalam teknik pembrian pakan tentunya denga aturan yang sudah saya jelaskan.  Perawatan yang baik dan benar akan memudahkan Anda untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan, begitu juga sebaliknya. Dengan keuletan dan kreatifitas seorang peternak untuk menciptakan pakan tambahan, akan bagus untuk menunjang perkembangan budidaya ikan lele yang sedang dilakukan. Untuk lebih jelasnya sudah saya berikan ulasan mengenai Jenis Pakan Ikan Lele dan Cara Pemberian Yang Benar Untuk Meningkatkan Hasil Panen.

Friday, January 27, 2017

VITAMIN IKAN LELE AGAR CEPAT BESAR DAN CEPAT PANEN DENGAN BERBASIS ORGANIK 100% AMPUH

Vitamin ikan lele yang berkualitas terbaik pada saat ini banyak dicari para praktisi pembudidaya lele baik dalam pembibitan lele maupun pembesaran lele namun tentunya amat bingung yang mana yaa yang paling bagus dari yang bagus hehehehe karena pada dasarnya kinerja vitamin baik manfaat dan fungsinya hampir sama, disini kami akan  informasikan yang paling bagus dari yang bagus.Tentunya harus meliputi beberapa manfaat baik bagi ikan lele maupun bermanfaat bagi lingkungan agar menimbulkan simbiosis mutualisme artinya tidak ada yang dirugikan namun justru malah menguntungkan semua.

Paket  Vitamin Ikan lele cepat besar yaitu  Viterna Plus ( Vitamin Ternak dan Ikan ) dan Ton (Tambak Organik Nusantara Kedua Nutrisi ini bila digabungkan akan membentuk suatu vitamin organik yang luar biasa karena mempunyai fungsi saling melengkapi untuk menjadikan ikan cepat besar,bobot ikan naik,irit pakan serta tahan dengan penyakit, ini artinya akan menjadikan budidaya kita lebih untung,trus bagaimana aplikasi dari  vitamin tersebut?
Jadi begini disamping memakai Paket Ikan cepat besar juga tidak lupa memakai pelet yaa gann karena :

VITAMIN IKAN LELE AGAR CEPAT BESAR DAN CEPAT PANEN

Viterna Plus tersebut dicampurkan kedalam pakan lele atau pelet dan bentuk dari Viterna Plus yang kami tawarkan  tersebut serbuk jadi di kasih air dulu sehingga akan memudahkan untuk peresapan kedalam pelet.
Apa manfaat Viterna plus serbuk  :
  • Pertumbuhan Ikan lele menjadi lebih bagus sehingga panen lebih cepat
  • Bobot Ikan akan lebih bagus jadi fcr akan meningkat
  • Mengandung berbagai unsur mineral penting secara optimal dibutuhkan oleh ikan yaitu Protein dan vitamin sehingga ikan akan tumbuh dengan baik sehingga ketahanan tubuhnya mampu mencegah datanganya berbagai penyakit.
  • Mengurangi bau amoniak
  • Pakan menjadi lebih irit 
  • Nafsu makan sangat tinggi
  • Aman bagi lingkungan dan manusia


sedangkan Ton (Tambak Organik Nusantara )
berfungsi menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan optimal karena Ton mengandung unsur unsur lemak ,protein,karbohidrat dan asam humat yang sangat penting bagi tanah maupun air sehingga mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yaitu plankton dan jenis cacing cacingan serta dapat menetralkan senyawa beracun ini berarti ekosistem air akan seimbang.
VITAMIN IKAN LELE AGAR CEPAT BESAR DAN CEPAT PANEN


Bagaimana gan Vitamin yang luar biasa bukan mempunyai manfaat dan fungsi sangat komplit sekali,dan bagi pemulapun tidak ada masalah karena aplikasinya sangat mudah,praktis dan efisien,masih bisa menolak kah bila ada vitamin ikan lele yang bagus seperti ini.

Alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak Lele

Dalam ternak lele sangkuriang, mempersiapkan peralatan dengan baik merupakan suatu keharusan. Kata pepatah sedia payung sebelum hujan hehe. Nah berikut ini ada beberapa peralatan yang biasanya diperlukan dan harus dipersiapkan sebelum memulai beternak Lele Sangkuriang.


Ember

Ember befungsi untuk menyimpan dan mengangkut sesuatu, seperti air, pakan, benuh dan lain-lain, jadi jangan sampai lupa untuk menyediakan ember.
alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele

Ember Grading

Ember Grading adalah yang digunakan untuk menyortir ikan lele.

alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele


Jerigen pengangkut benih

Berbeda dengan cara mengangkut ikan jenis lain yang biasanya menggunakan plastik, untuk pengiriman benuh lele sangkuriang sebaikna menggunakan jerigen yang dibuat lubang dibagian atasnya. hal ini untuk meminimalisir tingkat kematian lele sangkriang saat pemindahan bibit.

Berikut contoh jerigen pengangkut benih:

alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele


Seser halus dan kasar

Seser biasanya digunakan untuk memanen atau menangkap ikan. seser biasanya tersedia 2 jenis yaitu seser kasar dan seser halus

Seser Halus

alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele


Seser Kasar

alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele

Selang Air

Karena kita akan banyak berhubungan dengan air tentunya yang satu ini jangan sampai terlewatkan.

alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele

Pompa Air

Yang satu ini opsional, namun ada baiknya jika menyiapkannya untuk memindahkan air, terutama jika kondisi kolam tidak memiliki pembuangan khusus.
alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele

Hapa

Happa berfungsi sebagai wadah Penetasan Telur atau Penampungan  Larva  ikan, selain itu juga berfungsi sebagai wadah penampungan /pemeliharaan  benih ikan.

alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele

Jaring

alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele

Timbangan

alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele

Keranjang

alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele

Drum pengangkut dibelah 2

alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele

Drum pengangkut hasil panen 

alat-alat yang perlu dipersiapkan saat beternak lele

Cara mudah Budidaya Ternak Ikan Lele Kolam Terpal Panen 45 Hari

 Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal
 45 Hari Panen

Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal  45 Hari Panen

Cara budidaya ikan lele dengan media kolam terpal waktu ini jadi pilihan paling favorite dibanding dengan media yang lain. Tak hanya lebih ringkas, praktis, irit serta lebih gampang dikontrol. Cara ternak ikan lele 45 Hari panen di kolam terpal ini juga jadi benar-benar popular karena mudahnya media serta bahan yang diperlukan untuk membudidayakan ikan ini tiada mesti mempunyai tempat yang luas.

Keuntungan Budidaya Lele di Kolam Terpal

Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal  45 Hari Panen

Tak memerlukan tempat besar serta bisa sesuai dengan kemampuan yang dipunyai, hingga di perkarangan rumah juga kita bisa membudidayakannya.
Cost yang dikeluarkan relatif lebih kecil.
Tak dipengaruhi oleh keadaan tanah, sebagian daerah barangkali memiliki kandungan tanah yang telah terkontaminasi dengan zat kimia serta tak steril dari hama.
Gampang dalam pengeringan serta ganti air supaya terus bersih.
Lebih fleksibel serta bisa dipindahkan bila diperlukan
Gampang dalam mendeteksi hama penyakit.
Gampang dalam mengamati perkembangan serta perubahan lele
Pada waktu panen bakal lebih gampang serta benar-benar praktis

Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal

Cara budidaya ikan lele di kolam terpal mesti sesuai dengan jumlah bibit lele yang bakal dikembangbiakkan. Upayakan kolam terpal nanti tetap tersisa area yang cukup untuk gerakan serta perubahan lele.

Bahan Ternak  Ikan Lele Kolam  Terpal

Siapkan terpal sesuai sama ukuran yang di idamkan nanti.
Kayu, batu bata, papan, atau kerangka besi yang lain.
Tali, paku serta kawat atau alat penunjang untuk bikin kerangka. Bila kerangka kayu pasti mesti memerlukan palu serta barangkali gergaji.
Alat yang lain seperti lem atau ember.

Type Budidaya Ikan Lele Kolam  Terpal

Bila anda sudah lakukan pembuatan kolam serta kerangka maka step setelah itu yaitu memastikan type budidaya serta ternak lele yang di idamkan. Dengan cara garis besar ada 2 type ternak lele yang dikerjakan oleh petani lele.

Ternak ikan lele untuk pembibitan. Maksud ternak ini yaitu membudidayakan lele untuk di jual lagi ke peternak yang lain dalam wujud bibit lele. Untuk budidaya bibit lele memanglah cukup beruntung, lantaran saat yang diperlukan tak terlampau lama. Ukuran lele 2-3 cm bisa didapat kurun waktu 1 bln., serta ukuran tengah 5-7 cm bisa didapat kurun waktu lebih kurang 2 bln..

Ternak ikan Lele untuk konsumsi. Lele yang dibudidaya untuk maksud di konsumsi, berarti budidaya dikerjakan hingga lele memiliki ukuran besar atau seimbang untuk ukuran konsumsi. Bila Anda mau berternak lele untuk maksud konsumsi, sebaiknya menentukan type lele yang ukurannya telah cukup tengah 6 – 7 cm su paya gampang serta cepat dikembangbiakkan. Dengan bibit lele ukuran tanggung maka untuk siap konsumsi bisa dipercepat panen dalam 45 hari dengan  Produk Organik NASA..

Budidaya ikan lele memanglah cukup menjanjikan tetapi budidaya lele yang baik mesti mencermati beragam aspek. Pengetahuan bakal tempat dan air serta pakan ikan lele bakal benar-benar menolong keberhasilan ternak lele. Lele terhitung ikan air tawar yang mempunyai ketahanan badan yang kuat hingga tingkat kesuksesannya tambah baik dibanding budidaya type ikan yang lain.


Bagian Cara Budidaya Ikan Lele

Bila kolam terpal sudah disediakan, maka bagian budidaya ikan lele setelah itu yaitu sistem berikan air di kolam itu. Diluar itu juga terdapat banyak step untuk menentukan bibit lele yang baik.

Pemicu Kegagalan Budidaya Ikan Lele

Cara budidaya ikan lele barangkali sudah diikuti dengan benar serta cermat, tetapi aspek kegagalan tak bisa dihindari di semua jenis usaha, terhitung dalam ternak lele. Terdapat banyak aspek yang bisa sangat mungkin terjadinya kegagalan dalam beternak lele.

Hama yang ada dikolam. Hama ini bisa berbentuk bakteri yang mengganggu untuk kesehatan serta perkembangan ikan lele. Diluar itu, hama ini bisa berbentuk kucing atau binatang lain yang dilewatkan ada di seputar kolam.
Terburu buru yaitu satu diantara aspek kegagalan budidaya ikan lele. Mau memperoleh hasil yang cepat dengan berikan makan sebanyak-banyaknya malah beresiko untuk lele.
Tak memisahkan ukuran lele yang besar serta kecil.
Air tak sempat di imbuhkan atau ditukar bila sudah kering.

Cara budidaya ikan lele  supaya cepat panen memanglah jadi tantangan, kesabaran dalam mengawali usaha ini diperlukan supaya berhasil. Apa pun itu, pengalaman ternak lele adalah guru paling baik buat anda. Bila anda sudah coba pasti bakal jadi mahir dalam berternak lele yang baik.

Kunci Kesuksesan Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal
 45 Hari Panen

Untuk mensupport kesuksesan budidaya ikan lele dalam kolam terpal, terdapat banyak panduan serta kunci yang dapat dipakai, yakni dengan menambahkan TON untuk formula untuk terapi air. TON yaitu pupuk spesial perikanan yang dipakai untuk pupuk kolam ikan. Product TON dapat dipakai untuk seluruhnya type media kolam, seperti kolam ikan media semen permanen, kolam ikan media terpal, kolam ikan media tanah, kolam ikan jenis bak dengan media tong atau drum serta lain sebagainya.

Pemberian pupuk spesial perikanan TON pada budidaya perikanan type apa pun bakal menolong membuat ekosistem kolam yang kondusif untuk perkembangan ikan. Di samping itu juga menolong mempercepat perkembangan plankton untuk pakan alami ikan. Menolong mengurai senyawa beracun yang dapat membunuh ikan. Menolong mempercepat perkembangan ikan hingga panen dapat jadi lebih cepat namun terus dengan bobot seperti yang ditargetkan. Dan menolong sediakan suplai oksigen terlarut dalam air hingga ekosistem kolam manjadi sehat.

Cara praktis aplikasi TON pada budidaya perikanan yaitu : Campur air 10 liter + 3 sendok makan TON. Setelah itu siram-siramkan atau percik-percikkan larutan TON itu ke seputar permukaan kolam ikan dengan cara rata. Aplikasi ini dikerjakan idealnya tiap-tiap 1 munggu sekali. Aplikasi dapat ditingkatkan intensitasnya jika tiba musim hujan. Setiap saat turun hujan tebarkan larutan TON untuk menetralkan asam yang terdapat pada air hujan yang masuk ke kolam ikan. Aplikasi larutan TON juga butuh dikerjakan pada waktu air kolam berbau menyengat.

Kunci selanjutnya yaitu berikan penambahan nutrisi serta vitamin untuk ternak ikan lele lewat pakan pelet. Nutrisi serta vitamin yang didapatkan yaitu Viterna Plus, POC Nasa serta Hormonik juga Tangguh Probiotik.

Pemberian TON, Viterna Plus, POC Nasa, Hormonik serta Tangguh Probiotik benar-benar menolong untuk menambah nafsu makan ikan hingga perkembangan ikan dapat dipercepat. Faedah lainnya yaitu menolong turunkan angka kematian ikan, menangani stress pada ikan, dan berikan penambahan mutu pada daging ikan yang dihasilkan dan rendah kolesterol. Dengan pemberian keempat vitamin itu bakal melindungi perkembangan ikan lebih seragam dan menolong mempercepat saat panen ikan, lantaran perkembangan ikan lele berjalan lebih cepat.

Pengertian ikan lele


Nama-nama lele di Nusantara


Lele, secara ilmiah terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Gayo), ikan seungko (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia), ikan 'keli' untuk lele yang tidak berpatil sedangkan disebut 'penang' untuk yang memiliki patil (Kalimantan Timur).

Di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), gura magura (Srilangka), dan 鲇形目 (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.

Deskripsi

Ikan-ikan marga Clarias dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya. Ada yang mengatakan,bahwa patil ini tidak hanya tajam tetapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi jika orang tak sengaja terkena patil tersebut.

Habitat dan perilaku

Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali lele laut yang tergolong ke dalam marga dan suku yang berbeda (Ariidae). Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan.

Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan. Walaupun biasanya lele lebih kecil daripada gurami umumnya,namun ada beberapa jenis lele yang bisa mencapai panjang 1-1,5 m dan beratnya bisa mencapai lebih dari 2 kg,contohnya lele Wels dari Amerika.

Kegunaan


Lele dumbo
Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang. Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, namun kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam. Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang didatangkan (diintroduksi) dari Afrika.

Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran. Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus diberok terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok itu ialah maksudnya dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkannya.

Kadangkala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk.

Sebagai makanan

Di seluruh dunia ikan lele didapatkan dengan cara ditangkap maupun dibudidayakan. Penilaian terhadap rasa dari daging ikan ini bervariasi, ada yang menganggapnya memiliki rasa yang luar biasa, ada yang menganggapnya tidak memiliki rasa yang kuat. Ikan lele dimasak dengan berbagai cara. Di Eropa ikan ini dimasak dengan cara yang sama dengan ikan mas namun di Amerika Serikat ikan ini dibalut dengan tepung dan digoreng.

Ikan lele mengandung VItamin D yang cukup tinggi. Ikan lele hasil budi daya mengandung asam lemak omega-3 yang rendah namun memiliki asam lemak omega-6 yang tinggi.

Ikan lele yang banyak dipasarkan di Amerika Serikat merupakan ikan dari famili Ictaluridae. Sedangkan di Indonesia, ikan lele yang dikonsumsi paling banyak berasal dari famili Clariidae pada ordo yang sama.

Produksi di Indonesia

Lele adalah ikan budidaya air tawar yang sangat populer. Produksi budidaya meningkat tajam tiap tahun, selama lima tahun terakhir, antara lain karena luasnya pasar bagi lele. Lele disukai konsumen karena berdaging lunak, sedikit tulang, tidak berduri, dan murah. Dari sisi budidaya, lele relatif tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa tunggu panen yang singkat.

Pengolahan yang paling populer adalah dengan digoreng, dan disajikan sebagai pecel lele. Bentuk pengolahan lain adalah dengan diberi bumbu mangut (mangut lele).


Produksi lele budidaya di Indonesia

Tahun Jumlah produksi dalam ton
2004 51.271
2005 69.386
2006 77.272
2007 91.735
2008 108.200

Jenis-jenis lele dan penyebarannya

Ada sekitar 55–60 spesies anggota marga Clarias. Dari jumlah itu, di Asia Tenggara kini diketahui sekitar 20 spesies lele, kebanyakan di antaranya baru dikenali dan dideskripsi dalam 10 tahun terakhir. Berikut ini adalah daftar spesies menurut Ferraris, 2007.

Clarias agboyiensis Sydenham, 1980. Menyebar di Afrika Barat, dari Ghana hingga Nigeria.
Clarias albopunctatus Nichols & La Monte, 1953. Menyebar di Danau Chad, Sungai Kongo bagian tengah dan Sungai Benue, Afrika
Clarias alluaudi Boulenger, 1906. Afrika (Danau-danau Victoria, Kyoga, Edward, Rukwa dan Tanganyika)
Clarias anfractus Ng, 1999.[12] Endemik di Sabah: di sekitar Sungai Segama dan Sungai Kalabakan.
Clarias angolensis Steindachner, 1866. Bagian tengah dan hilir Sungai Kongo.
Clarias anguillaris (Linnaeus, 1758). Afrika: Nigeria, Benoue, Zambia, Senegal bawah serta bagian tengah dan hilir Sungai Nil; Chad; sungai-sungai di pesisir Benin, Togo, Ghana dan Pantai Gading; dan populasi terpencil di Mauritania dan Aljazair selatan.

Clarias batrachus
Clarias batrachus (Linnaeus, 1758). Lele kampung. Menyebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Clarias batu Lim & Ng, 1999.[2] Lele batu. Endemik di Pulau Tioman, Malaysia.
Clarias brachysoma Günther, 1864. Endemik di Srilanka.
Clarias buettikoferi Steindachner, 1894. Afrika: Sungai Comoe, Pantai Gading, hingga Guinea Bissau.
Clarias buthupogon Sauvage, 1879. Afrika: Sungai-sungai pesisir, dari Nigeria hingga sistem Sungai Kongo.
Clarias camerunensis Lönnberg, 1895. Afrika: Sungai-sungai pesisir Togo, hingga sistem Sungai Kongo tengah dan hilir.
Clarias cataractus (Fowler, 1939). Thailand, di Semenanjung Malaya, dan mungkin juga Kamboja.
Clarias cavernicola Trewavas, 1936. Lele gua Afrika Gua-gua di Afrika barat daya.
Clarias dayi Hora, 1936. Terbatas di sekitar Tamil Nadu, India.
Clarias dhonti (Boulenger, 1920). Terbatas di Sungai Niemba, Republik Demokratik Kongo.
Clarias dialonensis Daget, 1962. Afrika: Guinea, dan sungai-sungai di pesisir Sierra Leone.
Clarias dumerilii Steindachner, 1866. Afrika: hulu dan bagian tengah sistem Sungai Kongo dan Luapula.
Clarias dussumieri Valenciennes, 1840. Asia Selatan.
Clarias ebriensis Pellegrin, 1920. Afrika: Sungai-sungai pesisir dan laguna di Nigeria hingga Pantai Gading.
Clarias engelseni (Johnsen, 1926). Afrika: Sudan.
Clarias falconeri Lydekker, 1886. India (telah punah).
Clarias fuscus (La Cepède, 1803). Asia: Jepang; Taiwan, dan Cina selatan; Laos timur laut, serta Vietnam utara.
Clarias gabonensis Günther, 1867. Afrika: sistem Sungai Kongo tengah dan hilir.

Lele dumbo yang masih kecil
Clarias gariepinus (Burchell, 1822). Lele dumbo. Menyebar luas di Afrika dan Asia Kecil, kini diternakkan di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
Clarias hilli Fowler, 1936. Afrika: sistem Sungai Kongo bagian tengah dan Danau Albert.
Clarias insolitus Ng, 2003. Endemik di aliran Sungai Barito, Kalimantan.
Clarias intermedius Teugels, Sudarto & Pouyaud, 2001. Endemik di Kalimantan Tengah, di antara Sampit dengan Sungai Barito.
Clarias jaensis Boulenger, 1909. Afrika: Nigeria tenggara, Kamerun selatan dan Gabon.
Clarias kapuasensis Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2003. Endemik di Kalimantan Barat, di sekitar aliran Sungai Melawi dan Kapuas.
Clarias laeviceps Gill, 1862. Afrika: dari Sungai Saint Pauls, Liberia, hingga sistem Sungai Volta, Ghana

Cara ampuh panduan lengkap budidaya ikan lele

budidaya ikan lele

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.
Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan betjuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi. Pada kesempatan kali ini alamtani akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele segmen pembesaran.

Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele

Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele. Setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada.
Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita akan membahas kolam tanah, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan. Sebagai pengetahuan tambahan, silahkan baca cara membuat kolam ikan. Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut:

a. Pengeringan dan pengolahan tanah

Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering.
Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.
Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah.
Bersamaan dengan proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam. Lumpur tersebut biasanya berbau busuk karena menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan ikan.

b. Pengapuran dan pemupukan

Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor.
Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.


Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota air seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.

c. Pengaturan air kolam

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Biarkan kolam tersinari matahari selama satu minggu.
Dengan kedalaman seperti itu, sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Air kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan.
Setelah satu minggu, benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.
Panduan budidaya ikan lele
Pemilihan benih ikan lele
Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya.
Kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. BBPBAT mengembangkan ikan lele sangkuriang karena kualitas lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.
Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan lele dan teknik pemijahan ikan lele.

a. Syarat benih unggul

Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan tersebut menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik.
Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.

b. Cara menebar benih

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan benih dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.
Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.
Menentukan kapasitas kolam
Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.
Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.
Pakan untuk budidaya ikan lele
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.
Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.

a. Pemberian pakan utama

Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.
Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa.
Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.
Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari.
Ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih banyak pada sore dan malam hari. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.

b. Pemberian pakan tambahan

Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.
Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.
Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.
Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.
Pengelolaan air
Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.
Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.
Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.
Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.
Panen budidaya ikan lele
Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.
Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.